Banyak perusahaan menganggap laporan keuangan selesai setelah neraca dan laba rugi jadi. Padahal catatan atas laporan keuangan (CALK) adalah bagian yang tidak terpisahkan. Tanpa CALK, angka di halaman depan sulit dipahami. Auditor membutuhkannya untuk menilai kelengkapan pengungkapan, dan analis kredit bank membacanya untuk mencari risiko yang tidak terlihat di angka.
Bagian Wajib dalam CALK
Susunan CALK umumnya mengikuti urutan berikut:
- Informasi umum perusahaan: pendirian, akta dan perubahannya, kegiatan usaha, susunan pengurus, dan jumlah karyawan.
- Pernyataan kepatuhan dan dasar penyusunan: standar yang dipakai, misalnya SAK EP atau SAK Indonesia, dasar pengukuran, dan mata uang penyajian.
- Kebijakan akuntansi material: pengakuan pendapatan, persediaan, aset tetap dan penyusutan, sewa, instrumen keuangan, serta imbalan kerja.
- Pertimbangan dan estimasi penting: misalnya cadangan kerugian piutang, umur manfaat aset, dan liabilitas imbalan kerja.
- Rincian pos laporan keuangan: mengikuti urutan pos di neraca dan laba rugi.
- Pengungkapan lain: pihak berelasi, komitmen, kontinjensi, manajemen risiko, dan peristiwa setelah periode pelaporan.
Rincian yang Paling Sering Diminta Bank
| Pos | Rincian yang Diharapkan |
|---|---|
| Piutang usaha | Per pelanggan utama, umur piutang, cadangan kerugian |
| Persediaan | Per jenis, metode biaya, persediaan yang dijaminkan |
| Aset tetap | Mutasi per kelompok, status sertifikat, aset yang dijaminkan |
| Pinjaman bank | Nama kreditur, plafon, bunga, jatuh tempo, agunan, syarat rasio |
| Utang pihak berelasi | Pihak, sifat hubungan, saldo, dan syarat pembayaran |
Pihak Berelasi Jangan Disembunyikan
Di perusahaan keluarga, transaksi dengan pemilik, keluarga, dan perusahaan saudara sangat umum. Pinjaman dari direktur, sewa gedung milik komisaris, atau penjualan ke perusahaan saudara wajib diungkapkan. Standar pengungkapan pihak berelasi dalam SAK Indonesia kini bernomor PSAK 224. Bank sangat memperhatikan bagian ini karena dana pinjaman bisa mengalir ke pihak berelasi tanpa terlihat di laba rugi.
Jaminan, Kontinjensi, dan Peristiwa Setelah Neraca
Aset yang dijaminkan, jaminan perusahaan untuk utang pihak lain, perkara hukum, dan sengketa pajak harus diungkapkan meskipun belum ada angka pasti. Peristiwa penting setelah tanggal neraca, seperti pinjaman baru, kehilangan pelanggan besar, atau perubahan pemegang saham, juga perlu dijelaskan. Auditor akan menanyakan hal ini sampai tanggal laporan audit.
Tips agar CALK Tidak Menjadi Hambatan Audit
- Susun draf CALK bersamaan dengan laporan keuangan, bukan setelahnya.
- Pastikan setiap angka di CALK sama dengan neraca dan laba rugi.
- Gunakan CALK tahun lalu sebagai kerangka, lalu perbarui setiap angkanya.
- Siapkan dokumen pendukung untuk setiap pengungkapan, misalnya perjanjian kredit dan akta.
- Hindari kalimat umum yang tidak menjelaskan apa pun, seperti "sesuai dengan kebijakan perusahaan".
CALK yang lengkap membuat proses audit lebih cepat dan pertanyaan bank lebih sedikit. Bagi perusahaan yang memakai SAK Indonesia, perhatikan juga perubahan yang akan datang. Mulai 1 Januari 2027, PSAK 118 menggantikan PSAK 201 dan menambah kewajiban pengungkapan, termasuk ukuran kinerja yang ditetapkan manajemen. Mulailah menyesuaikan format CALK sejak sekarang agar angka pembanding tidak perlu disusun ulang dengan tergesa-gesa.
Ceritakan kondisi usaha dan kebutuhan laporan keuangan Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala serta tujuan perusahaan Anda.