Banyak perusahaan berjalan bertahun-tahun hanya dengan catatan kas dan rekening koran. Lalu suatu hari bank, calon investor, atau mitra tender meminta laporan keuangan lengkap. Menyusunnya pertama kali tidak harus rumit asalkan urutan kerjanya benar. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung membuat neraca tanpa membereskan data dasarnya.
Langkah 1: Tentukan Standar dan Periode
Sebelum membuka satu file pun, tentukan dua hal. Pertama, standar akuntansi yang dipakai. Sebagian besar perusahaan swasta tanpa akuntabilitas publik kini memakai SAK Entitas Privat (SAK EP) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2025, menggantikan SAK ETAP. Usaha mikro dan kecil masih bisa memakai SAK EMKM. Kedua, tentukan periode, biasanya 1 Januari sampai 31 Desember, dan tanggal saldo awal.
Langkah 2: Kumpulkan Data Dasar
Laporan keuangan yang baik berawal dari dokumen yang lengkap. Siapkan:
- Rekening koran semua rekening atas nama perusahaan, termasuk rekening yang jarang dipakai.
- Faktur penjualan, faktur pembelian, dan kontrak dengan pelanggan atau pemasok.
- Daftar aset tetap beserta bukti pembelian, serta dokumen pinjaman dan jadwal angsurannya.
- Bukti potong dan SPT pajak yang sudah dilaporkan.
- Data stok fisik dan daftar piutang serta utang per tanggal tutup buku.
Pisahkan transaksi pribadi pemilik dari transaksi perusahaan sejak awal. Jika rekening pribadi ikut dipakai untuk usaha, catat transaksinya sebagai pinjaman atau setoran pemilik, bukan pendapatan atau beban.
Langkah 3: Susun Bagan Akun dan Jurnal
Buat bagan akun sederhana yang sesuai dengan kegiatan usaha. Setelah itu, catat setiap mutasi rekening koran ke akun yang tepat. Rekening koran adalah tulang punggung pencatatan karena hampir semua transaksi akhirnya melewati bank. Transaksi tunai dicatat dari bukti kas. Gunakan aplikasi akuntansi agar buku besar dan neraca saldo terbentuk otomatis.
Langkah 4: Rekonsiliasi dan Penyesuaian Akhir Periode
Tahap ini yang membedakan laporan rapi dari laporan asal jadi. Lakukan secara berurutan:
- Cocokkan saldo kas dan bank dengan rekening koran per tanggal tutup buku.
- Cocokkan rincian piutang dan utang dengan saldo buku besar, lalu konfirmasi saldo besar ke pihak lawan.
- Hitung penyusutan aset tetap dan amortisasi.
- Catat beban yang masih harus dibayar dan pendapatan yang belum diterima.
- Sesuaikan nilai persediaan dengan hasil hitung fisik.
- Hitung pajak penghasilan dan cocokkan dengan SPT.
Langkah 5: Susun Laporan Utama dan CALK
Dari neraca saldo yang sudah disesuaikan, susun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Terakhir, tulis catatan atas laporan keuangan (CALK). CALK menjelaskan kebijakan akuntansi, rincian pos penting, transaksi dengan pihak berelasi, jaminan pinjaman, dan peristiwa setelah tanggal neraca. Bagi bank dan auditor, CALK sering lebih banyak dibaca daripada angka di halaman depan.
Setelah laporan selesai, uji keterkaitannya. Laba bersih harus sama dengan kenaikan saldo laba di neraca. Saldo kas akhir di laporan arus kas harus sama dengan kas di neraca. Jika ada selisih, telusuri kembali sebelum laporan dikirim ke pihak luar.
Kapan Perlu Bantuan Profesional
Jika transaksi sudah ratusan per bulan, ada pinjaman bank, atau laporan akan diaudit, sebaiknya libatkan Kantor Jasa Akuntansi (KJA) untuk pembukuan dan kompilasi. Laporan yang disusun rapi sejak awal akan menghemat waktu dan biaya ketika audit pertama dilakukan. Lihat juga tanya jawab kami untuk pertanyaan umum seputar laporan keuangan.
Ceritakan kondisi usaha dan kebutuhan laporan keuangan Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala serta tujuan perusahaan Anda.