Nusa Tenggara Timur sedang bergerak. Pariwisata Labuan Bajo menarik investor hotel, rumput laut dan peternakan menjadi andalan, dan Kupang tetap menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Namun data perbankan menunjukkan tantangan: kredit tumbuh lambat dan rasio kredit bermasalah relatif tinggi. Dalam kondisi seperti ini, usaha yang punya laporan keuangan rapi lebih mudah dilirik bank maupun investor.
Gambaran Ekonomi NTT
- Ekonomi NTT tumbuh 5,44 persen pada triwulan II 2025, dengan pertanian, perdagangan, dan administrasi pemerintahan sebagai penyumbang terbesar (OJK).
- Pada triwulan III 2025, BPS NTT mencatat pertumbuhan 4,88 persen secara tahunan.
- NTT adalah produsen rumput laut terbesar kedua di Indonesia dengan pangsa sekitar 15,2 persen produksi nasional.
- Realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat, wilayah Labuan Bajo, mencapai Rp1,88 triliun pada 2025. Sektor hotel dan restoran menyerap Rp1,62 triliun, dan 93 persen investasi berasal dari PMDN.
Kredit Tumbuh Lambat, Bank Makin Selektif
Data OJK hingga Agustus 2025 menunjukkan kredit perbankan di NTT hanya tumbuh 1,52 persen, sementara rasio kredit bermasalah sekitar 4,10 persen dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga di atas 120 persen. Kredit untuk sektor pertanian baru sekitar 4,66 persen dari total kredit, padahal sektor ini termasuk yang terbesar di ekonomi NTT.
Artinya, bank punya ruang terbatas dan cenderung memilih debitur yang datanya jelas. Laporan keuangan audited atau setidaknya hasil review KAP membantu usaha Anda masuk ke kelompok itu.
Jenis Usaha dan Kebutuhan Akuntansinya
| Jenis usaha | Kebutuhan yang sering muncul |
|---|---|
| Hotel, resor, kapal wisata di Labuan Bajo | Audit untuk mitra atau investor, pajak hotel, penilaian properti |
| Rumput laut, perikanan, peternakan | Pembukuan persediaan, dokumen ekspor, laporan untuk kredit modal kerja |
| Kontraktor dan pemasok proyek pemerintah | Laporan keuangan untuk kualifikasi tender dan jaminan bank |
| Koperasi, rumah sakit, sekolah swasta | Audit untuk anggota, yayasan, dan mitra pembiayaan |
Pajak dan Penilaian Aset
Usaha pariwisata perlu memisahkan dengan jelas pajak pusat (PPh dan PPN) dari pajak daerah hotel dan restoran. Usaha yang tumbuh cepat juga perlu memastikan status PKP dan pemotongan PPh karyawan sudah benar sebelum diperiksa.
Tanah di kawasan wisata sering naik nilainya jauh di atas harga perolehan. Penilaian oleh KJPP berguna untuk agunan kredit, masuknya investor baru, atau pembagian saham antarkeluarga. PT dengan aset atau omzet minimal Rp50 miliar wajib diaudit sesuai UU PT Pasal 68.
Contoh yang sering kami temui: Pemilik hotel di Labuan Bajo yang ingin menambah kamar biasanya datang dengan pembukuan sederhana dari aplikasi kasir. Bank meminta laporan dua tahun, rincian aset, dan nilai tanah terbaru. Langkah yang realistis adalah menyusun ulang laporan dengan bantuan KJA, lalu meminta KJPP menilai tanah dan bangunan, sebelum memutuskan apakah perlu review atau audit penuh.
Langkah Awal yang Realistis
- Mulai dari pembukuan bulanan yang rapi, bisa dibantu KJA.
- Untuk pengajuan kredit pertama, tanyakan apakah bank menerima review atau audit penuh.
- Tanyakan sejak awal kelas KAP yang diterima bank: kelas A (Big 4 atau jaringan internasional), B (terdaftar OJK), atau C (izin Kemenkeu).
Kami melayani usaha di Kupang, Labuan Bajo, dan Maumere, termasuk koordinasi jarak jauh. Lihat juga tanya jawab.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami, mulai dari bidang usaha, besar aset, sampai keperluan laporannya. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.