Rumah sakit swasta punya karakter keuangan yang berbeda dari usaha dagang biasa. Pendapatan sebagian besar datang dari klaim BPJS Kesehatan dan asuransi, aset tetapnya mahal dan beragam, dan ada jasa dokter yang dihitung dengan skema bagi hasil. Saat audit pertama, tiga hal ini hampir selalu menjadi sumber pertanyaan auditor. Kalau disiapkan dari awal, proses audit jauh lebih lancar dan biayanya lebih terkendali.
Kapan Rumah Sakit Swasta Perlu Diaudit
Rumah sakit yang berbentuk PT wajib diaudit jika memenuhi kriteria UU Perseroan Terbatas Pasal 68, misalnya aset atau omzet minimal Rp50 miliar. Di luar kewajiban itu, audit sering diminta oleh:
- Bank, saat mengajukan kredit gedung baru atau alat kesehatan.
- Investor atau calon pembeli, saat ada penjualan saham atau kerja sama.
- Pemegang saham sendiri, terutama jika pemilik tidak terlibat sehari-hari.
Piutang BPJS: Pos yang Paling Sering Dipertanyakan
Klaim BPJS Kesehatan dibayar paling lambat 15 hari sejak dokumen klaim dinyatakan lengkap. Masalahnya, tidak semua klaim langsung lengkap. Ada klaim pending karena kekurangan berkas, ada klaim dispute karena perbedaan koding, dan ada klaim yang belum diajukan karena terlambat diproses di internal. Auditor akan meminta piutang dipisahkan sesuai statusnya.
- Susun daftar umur piutang per bulan pelayanan, dipisah antara klaim terverifikasi, pending, dispute, dan belum diajukan.
- Cocokkan saldo piutang dengan data aplikasi klaim dan berita acara pembayaran.
- Telusuri pembayaran setelah tanggal neraca. Ini bukti terkuat bahwa piutang memang tertagih.
- Tetapkan kebijakan cadangan kerugian untuk klaim dispute yang kemungkinan besar tidak dibayar penuh.
Aset Medis dan Aset Tetap
Aset tetap biasanya pos terbesar di neraca rumah sakit. Temuan yang umum adalah daftar aset yang tidak lengkap, alat yang sudah rusak tetapi masih tercatat, atau alat hibah dan kerja sama operasi (KSO) yang tidak jelas kepemilikannya.
- Lakukan inventarisasi fisik dan beri nomor aset pada setiap alat medis bernilai besar.
- Pisahkan alat milik sendiri, alat sewa, dan alat KSO dengan vendor.
- Siapkan faktur pembelian, kontrak, dan bukti serah terima sebagai dasar nilai perolehan.
- Tinjau masa manfaat penyusutan. Alat seperti CT scan atau ventilator tidak selalu sama umurnya dengan gedung.
Persiapan Audit Pertama
Audit pertama punya tantangan khusus, yaitu saldo awal. Auditor perlu meyakini angka awal tahun, sehingga tahun sebelumnya juga ikut diperiksa secara terbatas. Langkah yang membantu:
- Rapikan pembukuan dan rekonsiliasi bank setiap bulan sebelum auditor datang.
- Rekap jasa medis per dokter dan cocokkan dengan perjanjian kerja sama.
- Pastikan persediaan obat dan bahan habis pakai dihitung fisik di akhir tahun.
- Gunakan pihak yang berbeda untuk menyusun laporan dan untuk mengaudit, agar independensi terjaga.
Rumah sakit yang ingin mengajukan restitusi pajak dengan prosedur dipercepat juga perlu memperhatikan bahwa PMK 28/2026 mensyaratkan opini wajar tanpa pengecualian tiga tahun berturut-turut. Artinya, audit yang dimulai lebih awal memberi ruang yang lebih panjang.
Jadwal yang Realistis
Untuk rumah sakit yang belum pernah diaudit, rencanakan waktu yang cukup. Persiapan internal seperti rekonsiliasi piutang dan inventarisasi aset bisa memakan satu sampai dua bulan. Pekerjaan lapangan auditor kemudian berjalan beberapa minggu, tergantung ukuran rumah sakit dan kesiapan data. Jika laporan audited diperlukan untuk bank pada kuartal kedua, sebaiknya auditor sudah ditunjuk sebelum akhir tahun buku. Dengan begitu auditor bisa ikut menyaksikan hitung fisik persediaan obat dan kas pada tanggal neraca, yang sulit diulang setelah tanggal itu lewat.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami: jenis usaha, tahun buku yang diperlukan, dan untuk keperluan apa laporan itu dipakai. Konsultasi awal gratis. Kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala dan kebutuhan Anda.