Hampir setiap pengajuan kredit usaha dimulai dengan permintaan laporan keuangan. Yang sering membingungkan adalah pertanyaan berikutnya dari bank: laporan ini disusun siapa, dan apakah sudah diaudit? Jawabannya menentukan apakah berkas Anda langsung diproses atau diminta dilengkapi. Artikel ini menjelaskan jenis laporan yang biasa diterima bank dan akuntan mana yang tepat untuk menyusunnya.
Mengapa Bank Peduli Siapa Penyusunnya
Bank diawasi OJK dan wajib menilai kualitas kredit secara hati-hati. Ketentuan OJK tentang penilaian kualitas aset bank umum meminta setiap bank memiliki kebijakan internal tentang debitur mana yang wajib menyerahkan laporan keuangan audited. Karena itu syaratnya berbeda antarbank, bahkan antarsegmen di bank yang sama. Yang pasti, makin besar plafon, makin tinggi tingkat keyakinan yang diminta atas laporan Anda.
Tiga Jenis Laporan dan Kapan Diterima
| Jenis Laporan | Penyusun | Umumnya Cukup untuk |
|---|---|---|
| Laporan internal | Pemilik atau staf keuangan | Kredit mikro dan kecil, sering dilengkapi rekening koran |
| Laporan hasil kompilasi | KJA | Kredit kecil sampai menengah, bila bank tidak mensyaratkan audit |
| Laporan audited | KAP, sering dari daftar rekanan | Kredit komersial dan korporasi, perpanjangan plafon besar, fasilitas dari beberapa bank |
Laporan hasil kompilasi KJA lebih rapi dan konsisten daripada laporan internal, tetapi tidak berisi opini. Hanya akuntan publik di KAP yang dapat menerbitkan opini audit. Untuk agunan, bank biasanya juga meminta laporan penilaian dari KJPP rekanan.
Kelas KAP Rekanan Bank
Banyak bank mengelompokkan KAP rekanan. Polanya kurang lebih: kelas A untuk Big 4 atau jaringan internasional, kelas B untuk KAP terdaftar OJK, dan kelas C untuk KAP berizin Kementerian Keuangan. Batas plafon tiap kelas ditentukan masing-masing bank. Laporan dari KAP di luar daftar bisa diminta diulang, jadi tanyakan daftar ini ke RM sebelum menunjuk auditor.
Yang Dibaca Analis Kredit
- Opini auditor. Opini wajar tanpa pengecualian paling mudah diproses. Opini lain biasanya memicu pertanyaan lanjutan.
- Konsistensi angka antara laporan keuangan, rekening koran, dan SPT Tahunan.
- Catatan atas laporan keuangan, terutama utang ke pihak lain, transaksi pihak berelasi, dan jaminan yang sudah diberikan.
- Tren beberapa tahun, sehingga laporan tahun-tahun sebelumnya juga perlu tersedia.
- Standar yang dipakai. SAK EP atau SAK Indonesia lebih mudah dibaca bank daripada format seadanya. Perubahan standar bisa dipantau di Update SAK.
Menyiapkan dari Jauh Hari
- Tanyakan syarat laporan dan kelas KAP ke bank enam sampai sembilan bulan sebelum pengajuan.
- Rapikan pembukuan bulanan bersama KJA atau tim internal, dan cocokkan dengan SPT.
- Tunjuk KAP sebelum tutup buku agar auditor bisa ikut menghitung persediaan.
- Siapkan proyeksi arus kas dan penggunaan dana yang realistis.
- Siapkan dokumen agunan dan jadwalkan penilaian KJPP.
Laporan yang benar baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah menyajikan kebutuhan dana, kemampuan bayar, dan struktur kredit dengan cara yang dipahami bank. Untuk itu, Anda bisa didampingi FA Indonesia. Pertanyaan lain seputar audit dan kredit kami rangkum di tanya jawab.
Ceritakan rencana kredit dan bank tujuan Anda. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang laporannya sesuai dengan syarat bank Anda.