Bagi banyak perusahaan keluarga, audit pertama kali tidak dipicu oleh undang-undang, melainkan oleh satu kalimat dari analis kredit: "Mohon dilengkapi laporan keuangan audited." Jika permintaan itu datang mendadak, pengajuan bisa tertahan berbulan-bulan. Memahami kapan bank meminta audit membantu Anda bersiap lebih awal, memilih kantor auditor yang tepat, dan menjaga jadwal pencairan tetap sesuai rencana usaha.
Dasar Bank Meminta Laporan Audited
Ketentuan OJK tentang penilaian kualitas aset bank umum (POJK 40/POJK.03/2019, Pasal 9) mengharuskan setiap bank memiliki aturan internal tentang debitur mana yang wajib menyerahkan laporan keuangan audited, lengkap dengan batas waktunya. Kewajiban itu kemudian dicantumkan dalam perjanjian kredit. Karena itu tidak ada satu angka plafon yang sama untuk semua bank. Setiap bank, bahkan setiap segmen kredit di bank yang sama, bisa punya batas berbeda.
Situasi yang Biasanya Memicu Permintaan Audit
- Pindah dari kredit mikro ke kredit komersial. Untuk pinjaman kecil, bank sering cukup melihat rekening koran dan laporan sederhana. Saat plafon naik ke kisaran miliaran, laporan audited mulai diminta.
- Kredit investasi bernilai besar. Pembangunan pabrik, gudang, atau fasilitas baru dengan tenor panjang hampir selalu disertai permintaan laporan audited beberapa tahun.
- Perpanjangan atau tambahan plafon. Perjanjian kredit lama mungkin tidak mensyaratkan audit, tetapi bank dapat memintanya saat plafon dinaikkan.
- Perusahaan sudah masuk kategori wajib audit. Jika aset atau omzet sudah Rp50 miliar atau lebih, bank akan heran bila laporan yang diserahkan belum diaudit.
- Kredit dari beberapa bank sekaligus. Untuk fasilitas bersama atau sindikasi, laporan audited menjadi bahasa yang sama bagi semua kreditur.
Tidak Semua Laporan Audited Diterima
Ini yang sering mengejutkan. Banyak bank memiliki daftar rekanan atau pengelompokan kantor akuntan publik. Ada bank yang mensyaratkan kantor dengan jaringan internasional untuk plafon tertentu, ada yang cukup kantor yang terdaftar di OJK, dan ada yang menerima kantor berizin Kementerian Keuangan untuk segmen menengah. Laporan dari kantor di luar daftar itu bisa diminta diulang, sehingga biaya dan waktu terbuang.
Opini auditor juga dibaca. Laporan dengan opini wajar tanpa pengecualian paling mudah diproses. Opini dengan pengecualian atau tanpa pendapat biasanya memicu pertanyaan lanjutan, bahkan bisa menghentikan proses.
Yang Dibaca Analis dari Laporan Audited
Laporan audited bukan sekadar syarat administrasi. Analis kredit memakainya untuk menghitung kemampuan bayar, membandingkan kinerja beberapa tahun, dan memeriksa apakah angka di laporan cocok dengan rekening koran dan SPT. Catatan atas laporan keuangan juga dibaca teliti, terutama soal utang ke pihak lain, transaksi dengan pihak berelasi, jaminan yang sudah diberikan, dan peristiwa setelah tanggal neraca. Hal yang tidak dijelaskan di sana biasanya muncul sebagai pertanyaan saat kunjungan bank.
Jadwal Mundur yang Realistis
| Waktu | Yang Dilakukan |
|---|---|
| 6 sampai 9 bulan sebelum pengajuan | Tanyakan syarat laporan dan kelas kantor auditor ke bank, rapikan pembukuan |
| Sebelum tutup buku | Tunjuk kantor auditor agar bisa hadir saat perhitungan persediaan |
| 1 sampai 4 bulan setelah tutup buku | Pekerjaan lapangan audit dan diskusi koreksi |
| Laporan final terbit | Serahkan ke bank bersama proyeksi arus kas dan dokumen agunan |
Jika Bank Sudah Meminta dan Waktu Mepet
Jangan panik dan jangan memilih kantor auditor hanya karena paling cepat atau paling murah. Bicarakan dengan analis kredit: apakah laporan interim yang rapi bisa diterima sementara, apakah audit dapat mencakup dua tahun sekaligus, atau apakah pencairan bisa dibuat bertahap. Banyak bank cukup terbuka bila debitur jujur soal jadwal dan menunjukkan rencana yang jelas.
Siapkan Lebih Awal, Pilih Kantor yang Tepat
Sebelum menghubungi kantor auditor, isi screening awal gratis untuk melihat gambaran kesiapan perusahaan terhadap kredit bank. Jika audit memang sudah diperlukan dan anggaran terbatas, lihat juga pilihan KAP dengan biaya terjangkau yang tetap memenuhi syarat bank.
Ceritakan rencana kredit Anda kepada kami: jenis kredit, perkiraan plafon, dan syarat yang sudah disampaikan bank. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan kelas rekanan bank dan kebutuhan perusahaan Anda.