Banyak pemilik usaha mengira perpanjangan kredit hanyalah formalitas. Kenyataannya, bank melakukan analisis ulang setiap kali fasilitas diperpanjang, apalagi jika plafon ditambah. Laporan keuangan terbaru menjadi bahan utama. Laporan yang terlambat atau tidak konsisten dengan tahun sebelumnya bisa membuat perpanjangan tertunda, bahkan plafon dipangkas.
Apa yang Dinilai Bank Saat Perpanjangan
Analis kredit membandingkan kinerja aktual dengan rencana saat kredit pertama diberikan. Hal yang biasanya diperiksa:
- Pertumbuhan omzet dan margin dibandingkan tahun sebelumnya.
- Kemampuan arus kas operasi untuk membayar bunga dan pokok.
- Perputaran piutang, persediaan, dan utang usaha.
- Pemenuhan syarat dalam perjanjian kredit, misalnya batas rasio utang atau kewajiban menyerahkan laporan tepat waktu.
- Riwayat pembayaran dan pemakaian fasilitas, termasuk apakah rekening operasional benar-benar dilewatkan di bank tersebut.
Dokumen Keuangan yang Perlu Disiapkan
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| Laporan keuangan tahunan | Audited jika disyaratkan dalam perjanjian kredit |
| Laporan keuangan interim | Posisi bulan terakhir, biasanya disusun internal |
| Rincian piutang dan utang | Per pelanggan dan pemasok, dengan umur saldo |
| Rincian persediaan | Nilai dan umur stok |
| SPT Tahunan PPh Badan | Untuk dicocokkan dengan laporan keuangan |
| Rencana penggunaan dana | Khusus untuk penambahan plafon |
Penambahan Plafon Butuh Cerita yang Kuat
Bank tidak menambah plafon hanya karena usaha sudah lama menjadi nasabah. Bank ingin tahu untuk apa dana tambahan dipakai dan bagaimana dana itu kembali. Jelaskan dengan angka. Misalnya, kontrak baru senilai tertentu membutuhkan modal kerja untuk bahan baku selama beberapa bulan sebelum tagihan cair. Lampirkan kontrak atau surat perintah kerja, proyeksi arus kas, dan perhitungan kebutuhan modal kerja.
Jika kebutuhan dana untuk investasi aset, siapkan juga rencana anggaran, penawaran harga, dan perkiraan tambahan pendapatan dari aset tersebut. Untuk agunan tambahan, bank biasanya meminta penilaian ulang oleh penilai.
Hal yang Sering Menghambat
- Laporan audited baru selesai setelah fasilitas jatuh tempo. Jadwalkan audit sejak awal tahun.
- Angka laporan keuangan berbeda dengan laporan bulanan yang pernah dikirim ke bank tanpa penjelasan.
- Ada pinjaman baru dari pihak lain yang tidak dilaporkan, padahal terlihat di data kredit.
- Laba naik, tetapi arus kas operasi negatif karena piutang menumpuk. Siapkan penjelasan dan rencana penagihan.
- Pergantian standar akuntansi tanpa penjelasan dampaknya, misalnya peralihan ke SAK EP.
Siapkan Jadwal Mundur
Hitung mundur dari tanggal jatuh tempo fasilitas. Bank umumnya membutuhkan waktu untuk analisis dan persetujuan internal, sehingga dokumen sebaiknya masuk beberapa bulan sebelumnya. Untuk perusahaan dengan tahun buku Desember dan fasilitas jatuh tempo pertengahan tahun, audit idealnya selesai pada kuartal pertama. Jika perjanjian kredit mensyaratkan Kantor Akuntan Publik dengan kelas rekanan tertentu, pastikan kantor yang dipilih memenuhi syarat tersebut sebelum audit dimulai.
Selama fasilitas berjalan, kirim laporan bulanan atau triwulanan tepat waktu meskipun tidak diminta secara khusus. Bank yang rutin menerima laporan akan lebih mudah memahami perubahan kinerja, sehingga analisis saat perpanjangan berjalan lebih cepat dan pertanyaan yang muncul lebih sedikit.
Ceritakan kondisi usaha dan kebutuhan laporan keuangan Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala serta tujuan perusahaan Anda.