Untuk kredit dengan agunan tanah, bangunan, atau mesin, bank biasanya meminta laporan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik. Nilai inilah yang menentukan berapa plafon yang bisa diberikan.
Kapan KJPP Dibutuhkan
- Agunan berupa properti atau mesin dengan nilai signifikan.
- Revaluasi aset tetap di laporan keuangan.
- Jual beli perusahaan, merger, atau masuknya investor.
- Persiapan IPO, terutama penilaian aset dan saham.
Yang Perlu Disiapkan
- Sertifikat, IMB atau PBG, dan PBB terakhir.
- Gambar dan luas bangunan.
- Untuk mesin: faktur pembelian, spesifikasi, dan tahun pembuatan.
- Akses lokasi untuk inspeksi.
Supaya Nilainya Wajar
Pastikan KJPP sudah menjadi rekanan bank yang dituju, karena banyak bank tidak menerima laporan dari KJPP di luar daftarnya. Lengkapi data sejak awal, karena data yang kurang membuat penilai memakai asumsi yang lebih konservatif.
Penilaian agunan sebaiknya berjalan bersamaan dengan penyusunan atau audit laporan keuangan, supaya pengajuan kredit tidak menunggu satu per satu.