Investor tidak hanya membeli rencana bisnis. Mereka membeli angka masa lalu yang menjadi dasar valuasi. Sebelum dana masuk, hampir semua investor profesional melakukan uji tuntas atau due diligence keuangan. Pada tahap ini, perusahaan dengan laporan keuangan rapi bernegosiasi dari posisi kuat. Perusahaan dengan laporan berantakan sering harus menerima valuasi lebih rendah atau syarat yang lebih berat.
Apa yang Diperiksa dalam Due Diligence Keuangan
- Kualitas laba: berapa laba operasional yang berulang setelah dikeluarkan pos sekali terjadi dan transaksi tidak wajar.
- Modal kerja normal: berapa kebutuhan piutang, persediaan, dan utang usaha yang wajar untuk menjalankan usaha.
- Utang bersih: pinjaman bank, utang ke pemilik, sewa, dan kewajiban lain yang setara utang.
- Pihak berelasi: transaksi dengan pemilik dan perusahaan keluarga, termasuk harga dan syaratnya.
- Pajak: kepatuhan, potensi koreksi, dan sengketa yang masih berjalan.
- Kontinjensi: perkara hukum, jaminan, dan komitmen yang belum tercatat.
Dokumen yang Biasanya Diminta
| Dokumen | Periode Umum |
|---|---|
| Laporan keuangan audited | Dua sampai tiga tahun terakhir |
| Laporan manajemen bulanan | Tahun berjalan |
| Buku besar dan neraca saldo | Periode yang diaudit dan tahun berjalan |
| Rincian pendapatan per pelanggan dan produk | Dua sampai tiga tahun |
| Perjanjian kredit dan kontrak utama | Yang masih berlaku |
| SPT dan surat dari kantor pajak | Lima tahun terakhir |
| Proyeksi keuangan dan asumsinya | Tiga sampai lima tahun ke depan |
Temuan yang Sering Menurunkan Valuasi
- Biaya pribadi pemilik tercatat sebagai biaya usaha, atau sebaliknya pendapatan masuk ke rekening pribadi.
- Pendapatan diakui terlalu cepat, sebelum barang dikirim atau jasa selesai.
- Piutang lama tanpa cadangan kerugian yang memadai.
- Kewajiban imbalan kerja karyawan belum dicatat.
- Selisih omzet antara laporan keuangan, SPT, dan laporan bulanan internal.
Setiap temuan biasanya dihitung dampaknya ke laba atau utang bersih, lalu dipakai sebagai dasar penyesuaian harga atau klausul jaminan dalam perjanjian investasi. Temuan yang diungkapkan sendiri oleh perusahaan sejak awal biasanya lebih mudah dinegosiasikan dibanding temuan yang baru ditemukan tim investor di tengah proses.
Urutan Persiapan yang Disarankan
Mulailah enam sampai dua belas bulan sebelum menargetkan pendanaan:
- Pastikan laporan keuangan dua sampai tiga tahun terakhir diaudit oleh Kantor Akuntan Publik.
- Lakukan uji tuntas internal atau oleh pihak independen untuk menemukan masalah lebih dulu.
- Rapikan transaksi pihak berelasi dengan perjanjian tertulis dan harga wajar.
- Selesaikan kewajiban pajak yang tertunda dan siapkan rekonsiliasi fiskal.
- Siapkan ruang data digital yang tersusun per topik, sehingga tim investor bisa bekerja cepat.
Standar dan Penilaian
Investor institusi umumnya lebih nyaman dengan laporan yang disusun berdasarkan SAK EP atau SAK Indonesia dibanding laporan sederhana. Jika rencana jangka panjang mencakup IPO, pertimbangkan memakai SAK Indonesia sejak awal. Untuk negosiasi harga, valuasi dari Kantor Jasa Penilai Publik dapat menjadi pembanding yang independen. Persiapan yang baik tidak menjamin pendanaan, tetapi membuat proses lebih cepat dan pembicaraan valuasi lebih berimbang.
Ceritakan kondisi usaha dan kebutuhan laporan keuangan Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala serta tujuan perusahaan Anda.