Distributor dan toko grosir hidup dari perputaran. Barang masuk, dijual ke toko atau pelanggan, lalu ditagih. Semakin besar omzet, semakin besar pula modal kerja yang terikat di persediaan dan piutang. Karena itu, kredit modal kerja hampir selalu menjadi kebutuhan. Saat mengajukan, analis bank akan membaca laporan keuangan dengan fokus pada dua pos itu.
Cara Bank Menghitung Kebutuhan Modal Kerja
Secara sederhana, bank menghitung berapa lama uang tertahan dalam siklus usaha:
- Hari persediaan: berapa lama barang tersimpan sebelum terjual.
- Hari piutang: berapa lama pelanggan membayar.
- Hari utang dagang: berapa lama pemasok memberi tempo.
Selisih ketiganya dikalikan dengan omzet harian menghasilkan perkiraan kebutuhan modal kerja. Jika angka persediaan atau piutang di laporan tidak wajar, perhitungan ini menjadi tidak dapat dipercaya dan plafon bisa dipangkas.
Persediaan: Pos yang Paling Diperhatikan
- Lakukan hitung fisik di akhir tahun dengan berita acara, dan cocokkan dengan kartu stok.
- Pisahkan barang rusak, kedaluwarsa, atau lambat laku, lalu turunkan nilainya.
- Gunakan metode penilaian yang konsisten setiap tahun.
- Pastikan barang titipan atau konsinyasi dari prinsipal tidak tercatat sebagai milik sendiri.
- Jika persediaan dijadikan agunan, siapkan laporan posisi stok bulanan yang bisa diverifikasi.
Piutang Dagang
- Susun daftar umur piutang per pelanggan.
- Identifikasi piutang macet dan bentuk cadangan kerugian yang realistis.
- Pisahkan piutang ke pihak berelasi, misalnya toko milik keluarga.
- Catat potongan, retur, dan klaim promosi dari prinsipal tepat waktu.
Jenis Laporan yang Biasanya Diminta
| Plafon dan profil | Laporan yang umum diminta |
|---|---|
| Kecil, usaha perorangan | Laporan internal, rekening koran, nota penjualan |
| Menengah, berbentuk PT | Laporan kompilasi atau review, SPT Tahunan |
| Besar atau multi-bank | Laporan audited dua sampai tiga tahun |
Bank sering juga meminta daftar pemasok utama, perjanjian distribusi dengan prinsipal, serta data penjualan bulanan untuk melihat pola musiman.
Kesalahan yang Sering Ditemui
Banyak distributor menyimpan sebagian penjualan di luar pembukuan atau mencampur rekening pribadi dengan rekening usaha. Akibatnya omzet di laporan lebih kecil dari mutasi rekening, dan analis bank bingung angka mana yang dipakai. Lebih baik mulai merapikan pembukuan setahun sebelum mengajukan kredit, agar laporan keuangan, SPT, dan rekening koran bercerita sama.
Laporan yang rapi juga berguna untuk negosiasi tempo dengan prinsipal, karena prinsipal besar kerap menilai kesehatan keuangan distributornya.
Agunan Persediaan dan Piutang
Sebagian bank menerima persediaan dan piutang sebagai agunan untuk kredit modal kerja. Konsekuensinya, debitur wajib melaporkan posisi stok dan piutang secara berkala, dan bank bisa meminta pemeriksaan khusus atas daftar tersebut. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dalam bentuk prosedur yang disepakati oleh akuntan publik. Distributor yang sistem gudangnya rapi akan jauh lebih mudah memenuhi kewajiban pelaporan ini tanpa mengganggu operasi harian. Pastikan pula angka di laporan stok bulanan bisa direkonsiliasi dengan neraca saat tutup tahun.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami: jenis usaha, tahun buku yang diperlukan, dan untuk keperluan apa laporan itu dipakai. Konsultasi awal gratis. Kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala dan kebutuhan Anda.