Sekolah dan kampus swasta di Indonesia umumnya dikelola oleh yayasan. Pengurusnya sering fokus pada mutu pendidikan, sementara laporan keuangan disusun sekadarnya. Padahal UU Yayasan mengatur kewajiban audit dan pengumuman laporan keuangan yang cukup jelas, dan banyak yayasan pendidikan sebenarnya sudah melewati ambang batas tersebut.
Kapan Yayasan Wajib Diaudit
Pasal 52 UU Nomor 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah UU Nomor 28 Tahun 2004 mengatur:
- Ikhtisar laporan tahunan yayasan diumumkan di papan pengumuman kantor yayasan.
- Ikhtisar laporan keuangan wajib diumumkan di surat kabar harian berbahasa Indonesia jika yayasan memperoleh bantuan negara, bantuan luar negeri, dan/atau pihak lain sebesar Rp500 juta atau lebih dalam satu tahun buku, atau memiliki kekayaan di luar harta wakaf sebesar Rp20 miliar atau lebih.
- Laporan keuangan yayasan yang memenuhi kriteria tersebut wajib diaudit oleh akuntan publik.
- Hasil audit disampaikan kepada Pembina, dengan tembusan kepada Menteri dan instansi terkait.
- Laporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Yayasan pendidikan yang memiliki tanah dan gedung sekolah atau kampus sering sudah melewati Rp20 miliar dari sisi kekayaan. Bantuan dari pemerintah untuk siswa atau mahasiswa, hibah, dan dana dari pihak lain juga perlu dihitung terhadap ambang Rp500 juta.
Kekhasan Laporan Keuangan Yayasan Pendidikan
- Pendapatan dari peserta didik. Uang pangkal, SPP, dan biaya kegiatan diakui sesuai periode layanan pendidikan. Uang yang diterima di muka untuk tahun ajaran berikutnya dicatat sebagai pendapatan diterima di muka.
- Dana terikat. Hibah dan bantuan yang penggunaannya dibatasi pemberi dana perlu dipisahkan dari dana tidak terikat.
- Aset tetap. Tanah, gedung, dan peralatan laboratorium sering belum didata lengkap, terutama aset lama atau aset wakaf.
- Unit di bawah yayasan. Jika yayasan mengelola beberapa sekolah dan kampus, laporan setiap unit digabungkan menjadi satu laporan yayasan.
- Hubungan dengan pendiri. Transaksi dengan pembina, pengurus, atau keluarganya harus tercatat dan diungkapkan.
Persiapan Audit
- Inventarisasi aset tetap dan pisahkan aset wakaf dari aset yayasan lainnya.
- Cocokkan data peserta didik dengan pendapatan SPP dan piutang.
- Kumpulkan perjanjian hibah dan laporan penggunaan dana bantuan.
- Rapikan rekening bank per unit dan lakukan rekonsiliasi bulanan.
- Siapkan notulen rapat pembina dan pengurus yang menyetujui anggaran dan pengeluaran besar.
Manfaat di Luar Kepatuhan
Laporan audited memperkuat kepercayaan orang tua, donatur, dan mitra kerja sama. Laporan ini juga diperlukan saat yayasan mengajukan kredit untuk pembangunan gedung, atau saat proses akreditasi meminta bukti tata kelola keuangan yang baik. Yayasan juga merupakan wajib pajak badan, sehingga laporan keuangan yang rapi membantu penyusunan SPT Tahunan.
Kesalahan yang Sering Ditemui
Kesalahan paling umum adalah menganggap yayasan tidak perlu laporan keuangan formal karena bersifat nirlaba. Kesalahan lain adalah mencatat seluruh uang pangkal sebagai pendapatan saat diterima, mencampur rekening yayasan dengan rekening pribadi pengurus, dan tidak mencatat aset yang dibangun dari sumbangan. Hal-hal ini akan menjadi koreksi saat audit dan bisa mengubah gambaran keuangan secara signifikan.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami: jenis usaha, tahun buku yang diperlukan, dan untuk keperluan apa laporan itu dipakai. Konsultasi awal gratis. Kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala dan kebutuhan Anda.