Chat Ananta, CPA

Beranda / Wawasan

AUP

Agreed-Upon Procedures (AUP): Apa Bedanya dengan Audit dan Kapan Dipakai

AUP memeriksa hal spesifik yang disepakati, tanpa opini. Cocok untuk PMA, program pemerintah, prinsipal, dan bank.

Ananta, CPA · 2026-10-25

Intinya: AUP memeriksa hal spesifik yang disepakati, tanpa opini. Cocok untuk PMA, program pemerintah, prinsipal, dan bank.

Tidak semua kebutuhan pemeriksaan harus dijawab dengan audit penuh. Ada kalanya pihak lain hanya ingin memastikan hal tertentu, misalnya apakah dana hibah dipakai sesuai anggaran, atau apakah penjualan ke distributor sesuai data sistem. Untuk kebutuhan seperti ini, akuntan publik menawarkan perikatan prosedur yang disepakati atau agreed-upon procedures (AUP). Di Indonesia, perikatan ini mengacu pada standar jasa terkait SPJ 4400.

Perbedaan Utama AUP dan Audit

AspekAuditAUP
TujuanOpini atas laporan keuangan secara keseluruhanMelaporkan temuan faktual atas prosedur tertentu
Ruang lingkupDitentukan auditor berdasarkan risikoDisepakati bersama klien dan pengguna laporan
HasilOpini auditorDaftar prosedur dan temuan, tanpa opini atau kesimpulan
PenggunaUmumPihak yang menyepakati prosedur
Waktu dan biayaLebih panjangBiasanya lebih singkat, tergantung jumlah prosedur

Karena tidak memberi opini, laporan AUP tidak bisa menggantikan laporan audited jika suatu aturan mewajibkan audit.

Contoh Penggunaan AUP

Cara Menyusun Prosedur yang Baik

  1. Mulai dari pertanyaan pengguna laporan. Apa yang sebenarnya ingin mereka ketahui?
  2. Tulis prosedur yang spesifik dan terukur, misalnya mencocokkan 100 faktur dengan surat jalan dan bukti bayar.
  3. Hindari prosedur yang meminta penilaian subjektif, seperti menilai apakah biaya wajar.
  4. Tetapkan periode, populasi, dan cara memilih sampel.
  5. Sepakati siapa saja yang boleh menerima laporan.

Kapan AUP Bukan Pilihan Tepat

Jika bank, regulator, atau undang-undang meminta opini atas laporan keuangan, AUP tidak cukup. Begitu juga jika pengguna ingin keyakinan menyeluruh atas kondisi keuangan perusahaan. Dalam situasi itu, pilihannya adalah audit atau review. AUP paling efektif untuk pertanyaan yang sempit dan jelas.

Satu catatan lagi: prosedur harus disepakati di awal dan tertulis dalam surat perikatan. Mengubah prosedur di tengah pekerjaan biasanya menambah waktu dan biaya.

Isi Laporan AUP

Laporan AUP biasanya memuat tujuan perikatan, pihak yang menyepakati prosedur, daftar prosedur yang dilakukan, dan temuan faktual untuk setiap prosedur. Misalnya, dari 100 faktur yang diperiksa, 97 cocok dengan surat jalan dan 3 tidak ditemukan dokumen pendukungnya. Laporan tidak menyimpulkan apakah angka itu baik atau buruk. Pengguna laporan sendiri yang menarik kesimpulan. Karena itu, temuan yang jelas dan terukur jauh lebih berguna daripada uraian panjang. Laporan juga biasanya mencantumkan pembatasan penggunaan, sehingga tidak boleh diedarkan ke pihak lain tanpa persetujuan.

Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami: jenis usaha, tahun buku yang diperlukan, dan untuk keperluan apa laporan itu dipakai. Konsultasi awal gratis. Kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala dan kebutuhan Anda.

Sumber: IAI, SPJ 4400 Perikatan Prosedur yang Disepakati. Ringkasan dan analisis ditulis ulang oleh cariakuntan.com.

Diskusikan Kebutuhan Anda

Kami memetakan kebutuhan Anda terhadap persyaratan bank, regulator, atau investor, lalu menghubungkan Anda dengan kantor berizin yang memenuhinya.

Chat Ananta, CPA

Wawasan Lainnya

Audit, Pajak, dan Kredit Bank untuk Usaha di Malang RayaAudit dan Laporan Keuangan untuk Usaha di Nusa Tenggara Timur
Chat Ananta, CPA